Menerapkan Teknik Pengeditan Gambar atau Editing


CARA MENGEDIT PHOTO DENGAN PHOTOSHOP





Pada tutorial ini Psdink akan membahas cara mengedit photo dengan Photoshop. Photoshop memang sudah menjadi software pengolah photo atau edit photo terbaik di dunia. Bahkan Psdink pernah membaca salah satu quote dari designer luar yang mengatakan "Photoshop harus selalu ada pada setiap komputer".



Perlu diketahui untuk pengolahan grafis software yang biasa digunakan adalah Illustrator atau Corel Draw. Jadi menurut Psdink begitu pentingnya Photoshop sampai-sampai seorang designer mengatakan seperti itu. Bila dipikirkan ucapan itu tentu ada benarnya. Sebab biasanya Photoshop digunakan oleh designer untuk tahap finishing.


Info Tutorial
Apakah kamu masih pemula? Kunjungi blog baru saya untuk menemukan artikel atau tutorial Photoshop khusus untuk pemula belajar Photoshop.
Tapi terlepas dari itu Photoshop masih memiliki banyak kegunaan sekalipun buat teman-teman yang tidak ingin memperdalam Photoshop. Sebab mengedit photo menggunakan Photoshop memang sudah hampir menjadi pilihan semua kalangan.




Cara Membuat Photo Efek Hantu dengan Photoshop

Sekitar sepuluh tahun lalu tutorial Photoshop mungkin masih sangat jarang ditemukan. Psdink sendiri mempelajari Photoshop kurang lebih baru empat atau lima tahun belakangan ini. Tetapi bila melihat keadaan sekarang, menurut Psdink situs tutorial Photoshop sudah menjadi yang paling banyak diantara situs tutorial-tutorial lainnya. Ini disebabkan karena semakin banyaknya peminat yang ingin mempelajari Photoshop dan banyak hal yang dapat kita lakukan dengan Photoshop.




Tutorial Photomanipulation: Ohh Turtle

Bayangkan untuk menciptakan satu efek yang mudah saja kita dapat melakukannya dengan bermacam cara. Itulah yang membuat tutorial Photoshop tidak akan ada habisnya. Tinggal nantinya tergantung kita yang menentukan ingin menggunakan cara yang mana.

Ok, sekarang kita masuk pembahasan sesuai judul artikel yaitu cara mengedit photo dengan Photoshop.



Rahasia Cara Menggabungkan Gambar


Tentu hal dasar sebelum mengedit photo adalah kita harus tentukan dulu ingin mengedit photo menjadi seperti apa. Setelah kita sudah menentukan ingin mengedit photo seperti apa tahap berikutnya adalah mulai mencari tutorial photoshop di Google Search. Ini adalah beberapa tutorial editing photo yang Psdink tulis.

Cara Mengganti Background Photo dengan Photoshop
Cara Membuat Efek HDR Photography
Cara Menggunakan Photoshop yang Baik dan Benar I
Membuat Efek Film pada Foto dengan Photoshop
Membuat Efek Instagram dengan Photoshop*Artikel ini juga mungki berguna untuk teman-teman yang ingin belajar cara mengedit photo. Fitur Penting yang Harus Diketahui untuk Editing Photo.

Setelah mendapatkan tutorial yang diinginkan cobalah mencari beberapa tutorial sejenis. Pasti kamu akan menemukan cara berbeda dan temukanlah mana yang menurut kamu lebih mudah untuk diikuti.

Yang penting dan harus kamu perhatikan dalam mengedit photo adalah pengaturan yang digunakan akan berbeda pada setiap photo. Jadi mulailah mengikuti tutorial dengan bahan yang biasanya disediakan oleh penulis agar kamu bisa mempelajari pengaturan itu dengan baik.




Cara Mudah Memisahkan Objek dengan Background

Inilah sedikit masukkan dari Psdink bagi teman-teman yang baru memulai belajar photoshop dan ingin belajar cara mengedit photo dengan Photoshop.



Membuat Efek Photo untuk Cover Majalah

Pesan dari Psdink jangan sia-siakan waktu teman-teman hanya untuk mengikuti sebuah tutorial. Cobalah untuk pelajari dan cari kunci atau dasar dari pembuatannya.

Jika teman-teman sudah mempelajari dan menemukannya. Psdink yakin teman-teman akan dapat menguasai satu materi dan dapat berimprovisasi dengan cepat. Baca pengalaman pribadi Psdink pada artikel Tips Cara Belajar Photoshop yang Baik.
Dijual T-shirt dengan konsep Go Green. Klik gambar di bawah untuk info lebih lanjut.



Sudah membaca artikel Cara Mengedit Photo dengan Photoshop? Jangan lupa berkomentar yaa... Semoga artikel Cara Mengedit Photo dengan Photoshop ini bisa bermanfaat buat teman-teman.

Cr: http://psdink.blogspot.com/2013/04/cara-mengedit-photo-dengan-photoshop.html

Membuat Cover DVD

Anda ingin membuat kaset CD/ DVD dengan tampilan yang Anda inginkan. Berikut ini caranya, ini bukan cara mencetak tapi cara mendesain tampilan/sticker kaset CD/DVD. Untuk membuatnya melalui Photoshop, caranya cukup mudah. Disini saya menggunakan Photoshop CS5, untuk versi sebelumnya kurang lebih sama. Mari kita mulai membuatnya.
Waktu penyelesaian: 6-10 menit (pemula)

1. Buat kanvas baru, klik File » New.
Pada name masukkan nama dokumen (contoh: Cover DVD JurnalKita). Pada width dan height atur menjadi 800 pixsels, untuk resolution atur menjadi 300 pixsel/inch, lalu klik ok.

Tips: 
CTRL + N untuk membuat kanvas baru. 
CTRL + + (plus) atau CTRL + - (min) untuk memperbesar dan memperkecil kanvas.

2. Sekarang kita harus mengatur posisi grid untuk mempermudah pembuatan cover. Untuk mengatur, masuk ke menu preferensi, klik Edit » Preference » Guide, Grid & Slice.
Perhatikan bagian grid, pada gridline every atur menjadi 200 pixsels dan pada subdivisionatur menjadi 5, lalu tekan ok. Untuk menampilkan grid, klik View » Show » Grid. Maka akan muncul 4 kotak yang masing-masing berisi kotak kecil 5×5.



Tips: CTRL + ‘ (tanda kutip 1) untuk menampilkan dan menyembunyikan grid.
3. Selanjutnya masukkan gambar pada kanvas, caranya klik File » Place. Pilih sebuah gambar lalu tekan place. Maka gambar akan muncul di kanvas, lebarkan gambar sesuai ukuran yang diinginkan. Usahakan gambarnya memenuhi kanvas dan jangan gunakan gambar yang terlalu kecil.

4. Setelah itu buat sebuah lingkaran dengan menggunakan Ellipse Tool.
Tips: untuk membuat lingkaran sempurna, arahkan kursor ke sudut kiri atas (tapi tidak telalu sudut) lalu klik (tahan) dan geser ke sudut kanan bawah sambil menekan shift. Untuk menyelesaikannya lepaskan klik, lalu setelahnya lepaskan tombol shift.



5. Buka menu layer, buat seleksi menggunakan layer lingkaran yang telah dibuat menggunakan ellipse tool (layer shape 1). Caranya, tahan CTRL sambil mengklik pada lingkaran layer shape 1.
6. Jika seleksi sudah tercipta, sembunyikanlah layer shape 1 dengan mengklik indicates layer visibility (simbolnya mata). Sekarang klik layer foto yang anda masukkan sebelumnya dan klikAdd vector mask. Maka tampilannya akan terlhat seperti berikut.



7. Disini kita masih bermain dengan layer foto. Sekarang berikan efeknya, klik Add a layer style(smbolnya fx, disebelah kiri Add vector mask), lalu pilih Drop Shadow. Tentukan parameternya seperti gambar dibawah dan jika sudah klik ok.



8. Buat lagi sebuah lingkaran menggunakan Ellipse tool seperti pada tahap 4, tapi kali ini lebih kecil.



Tips: arahkan pointer ke tengah, lalu klik (tahan), tekan shift + alt pada keyboard, lalu geser mouse. Ukuran lingkaran sekitar 7×7. Jika sudah atur Opacity menjadi 35%.

9. Terakhir, buat lagi sebuah lingkaran menggunakan Ellipse tool seperti pada tahap nomor 8, tapi kali ini lebih kecil lagi. Ukuran lingkaran 4×4. Jika sudah atur Opacity-nya menjadi 100%. Tambahkan efeknya dengan mengklik Add a layer style (fx) dan pilih Inner Shadow. Atur parameternya menjadi seperti pada gambar.




Jreng-jreeeng, 9 tahapan pembuatan sudah selesai. Lihatlah hasilnya, bagaimana pendapat Anda?


Jika ingin menambahkan teks, tool-nya ada di baris tool (simbol T). Mudah saja kan membuat tampilan/sticker cover CD dan DVD. Ayo jangan cuma baca tapi sambil praktek ya, biar makin mahir. Semoga tutorial ini bermanfaat.
Cr : 

Cara Membuat AutoRun pada CD/DVD

 
 
Selamat malam semuanya sobat Barkah Blog, kali ini admin akan posting tentang "Cara Membuat AutoRun pada CD/DVD"

Sebelum kita masuk ke materi yang akan di bahas, kita harus tahu dulu apa itu AutoRun? ada yang tahu? Nah,AutoRun adalah Fasilitas yang dapat menjalankan sebuah aplikasi secara otomatis begitu sebuah CD atau DVD dimasukkan ke dalam CDiDVD drive. 

Berikut ini adalah tips cara membuat AutoRun pada CD/DVD, langkah-langkahnya adalah :
  • Buka notepad
  • Ketikan:

[autorun]
open=namaFile.exe [Yang Mau Di Jalankan Otomatis Pada CDnya]
icon=namaFileIkon.ico [Yang Mau Di jadikan Ikon Pada CD Tersebut]

  • Save as
  • Pilih ‘save as type’-nya all files (jangan text!) kemudian beri nama autorun.inf (namanya harus autorun + ekstensinya harus inf)
  • Copy-kan file autorun.inf ke CD tersebut

Yang perlu sobat BB perhatikan :
  1. File autorun.inf harus berada di root utama CD tersebut
  2. File yang bisa berjalan otomatis pada autorun hanya file application (*.exe, *.bat, *.com, *.hta, dsb) sedangkan untuk file-file lain tidak. 
 

Cara Burning CD, DVD Menggunakan Nero

Cara Burning CD, DVD Menggunakan Nero - Halo cah! Selamat siang, cah kudus hadir lagi disini, hehe.. CK akan menambah kategori komputer nih. Pada postingan sebelumnya saya telah menjelaskan Cara Mengatur Layout dan Zoom Adobe Reader. Jika belum membaca postingan tersebut, silakan dibaca ya :)


Cara Burning CD, DVD Menggunakan Nero
Nah, sekarang CK akan menjelaskan Cara Burning CD, DVD Menggunakan Nero. Tanpa basa-basi langsung ke TKP ya..

Cara Burning CD, DVD Menggunakan Nero
  1. Pastikan PC/ Laptop Anda sudah hidup dan sudah ada CD-RW atau DVD-RWnya. Saya sarankan menggunakan DVD-RW. Kenapa menggunakan DVD-RW cah? Karena : DVD-RW bisa digunakan untuk membakar/ burning CD dan DVD
  2. Pastikan Anda sudah meng-instal software Nero dan memasukkan CD atau DVD kosong/ belum ada Datanya alias blank ke PC/ Laptop Anda :D
  3. Oke, lanjut. Silakan double klik shortcut Nero StartSmart di desktop Anda
  4. Di atasnya menu Favorites, Data, Audio ada pilihan CD/ DVD, CD, DVD. Silakan dipilih (misalnya memilih CD)
  5. Kemudian klik menu Data. pilih Make Data CD
  6. Jika ingin menambahkan data yang akan di burning, klik . Jika ingin menghapus data yang sudah ditambahkan, klik
  7. Klik . Muncul Final Burn Settings. Silakan isi kotak Disc name. Perhatikan! disebelah kiri ada tanda panah. Silakan klik, disitu ada pengaturan Writing speed, silakan diatur. Jika sudah klik
  8. Tunggu proses burning. Jika sudah selesai muncul pemberitahuan : Burn process completed successfully. Klik OK

Prosedur Pengoperasian Kamera Video Sony HVR-HD 1000P

Untuk mengetahui Prosedur Pengoperasian Kamera Video Sony HVR-HD 1000P, silahkan mendownload dokumen pdf berikut : http://www.sony-asia.com/microsite/professional/hdv/pdf/HVR-HD1000P.pdf 
 Semoga bermanfaat :)

Mengoperasikan Kamera Video


Jadi Cameramen itu Sulit? enggak juga kok hehehe. oke aku akan menjelaskan sedikit tentang pengoperasian kamera video dari narasumber blog sebelah haha

Basic Camera Operation

Camera video ada berbagai macam merk, bentuk, dan varian. Begitu juga media penyimpanan gambar juga bermacam-macam. Contoh-contoh merk terkenal antara lain: Sony, Panasonic, Phillip, Ikegami, JVC, dan lain-lain. Dari berbagai merk tersebut masing-masing mempunyai beragam varian dan bentuk. Mulai kamera amatir, semi profesional, dan kamera profesional. Media penyimpanan gambar antara lain: Betacam, Dvcam, Dvc-pro, MiniDV, maupun berbentuk card (kartu memori).

Bagi pengguna pemula/amatir biasanya dengan mode auto sudah cukup untuk mendapatkan gambar standar. Tatapi dalam kondisi tertentu, mode auto tidak bisa kita pakai untuk mendapatkan gambar sesuai dengan kemauan kita. Itulah sebabnya kenapa para Cameraman profesional sering menggunakan mode manual dalam mengoperasikan kamera.

The Main Control
Ada enam control dasar pada kamera:

1. Exposure:
* Aperture
* Shutter Speed
* (ND Filter)
* (Gain)
2. Filter Colour
3. White Balance
4. Zoom
5. Focus
6. Audio Levels


Aperture, Shutter speed, ND Filter, dan Gain merupakan bagian dari exposure.

1. Exposure

Eksposure secara sederhana dapat saya artikan sebagai pencahayaan kamera. Untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure) harus diperhatikan:

·Aperture (diafragma)

Di kamera televisi disebut juga Iris, yaitu sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke lensa kamera. Iris seperti pupil mata kita yang bisa membesar dan mengecil sesuai cahaya yang masuk. Bila Iris dibuka selebar mungkin, lensa mengirim sinar maksimum de dalam kamera, sebaliknya kalau bukaan iris dikurangi lubang diafragma akan menyempit, sehingga sinar yang masuk ke kamera jadi sedikit. Bukaan diafragma diukur dalam satuan f-stop: f/1.4 – f/22. lebih kecil nomor f-stop = bukaan diafragma besar, lebih besar nomor f-stop = bukaan diafragma kecil. Pengaturan iris secara manual dapat dilakukan dengan memutar ring iris di lensa kamera.

· Shutter Speed

Biasanya shutter speed standar di kamera televisi 1/50. kecuali anda ingin menggunakan efek shutter atau untuk mensinkronkan dengan objek, baru Shutter Speed di posisi ON untuk selanjutnya bisa kita pilih sesuai tujuan kita.

· ND Filter

Filter ND (Neutral Density) berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar yang terlalu kuat tanpa mempengaruhi kualitas warna cahaya. Filter ini digunakan bila kondisi cahaya terlalu keras, seperti tengah hari yang terik.

· Gain 

Kebalikan dari ND filter, Gain berfungsi apabila pengambilan gambar dalam keadaan kurang cahaya, yang apabila dengan keadaan normal dengan bukaan f-stop maksimal (f/1.4) masih under exposure. Dengan Gain kita bisa mengangkat exposure secara digital, konsekuensinya gambar menjadi agak coral (pecah).

2. Filter Colour

Berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahaya yang masuk ke dalam kamera. Umumnya kamera video memiliki dua buah filter koreksi warna. Untuk shoting di dalam ruangan dengan cahaya lampu tungsten (kemerahan) kita pasang filter 3200ºK dan untuk shoting dengan penerangan cahaya matahari kita gunakan filter 5600ºK.

Cahaya matahari banyak mengandung warna biru. Kalau kita memasang filter no.2 (5600ºK) untuk matahari, sebenarnya kita memasang filter berwarna oranye untuk mengimbangi warna biru pada matahari. Cahaya lampu bohlam lebih mengandung warna merah, maka kita pasang filter no.1 (3200ºK) yang berwarna kebiru-biruan.

Sumber cahaya yang lebih tinggi intensitas sinarnya mengandung warna biru, sumber cahaya yang intensitas sinarnya rendah lebih mengandung warna merah. Perbedaan warna cahaya ini tergantung pada suhu dan diukur dengan derajad Kelvin.

3. White Balance

Intensitas cahaya berbeda-beda pada saat yang berbeda dan tempat berbeda dalam sehari. Cahaya matahari di luar (daylight) mempunyai suhu kurang lebih 5600ºK, cahaya bohlam di dalam ruangan mempunyai suhu kurang lebih 3200ºK, cahaya lampu TL mempunyai suhu antara 5000ºK-6000ºK. karena intensitas cahaya sangat berbeda maka filter koreksi warna tidak bisa menghasilkan warna putih yang tepat. Maka dari itu kamera video juga dilengkapi dengan tombol untuk menyetel white balance. Cara termudah untuk white balance adalah dengan mengarahkan kamera terhadap benda putih apa saja yang berada dalam kondisi cahaya yang sama dengan cahaya yang kita pergunakan untuk merekam adegan.

Cara menyetel white balance:
* Pertama cocokkan filter koreksi warna dengan kondisi cahaya yang kita pakai shoting.
* Arahkan kamera terhadap benda putih apa saja
* Kamera di zoom sampai yang terlihat di viewfinder hanya warna putih
* Tekan tombol AWB (Auto White Balance)
* Kamera siap untuk merekam.
Catatan: kamera harus di white balance lagi apabila keadaan cahaya berubah.
Bagi para cameraman profesional sering juga melakukan white balance dengan cara manual yaitu dengan mengatur Colour Temperature pada menu di kamera.

4. Zoom

Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle).
Zoom in : mendekatkan objek dari long shot ke close up
Zoom out : menjauhkan objek dari close up ke long shot.
Zooming bisa dilakukan dengan dua cara:
Manual: dengan memutar ring zoom pada lensa
Servo : Biasanya tombol zoom servo ada pada handle camera sehingga terjangkau jari pada waktu mengoperasikan kamera

5. Focus

Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Gambar dikatakan fokus apabila proyeksi gambar yang dihasilkan oleh lensa jatuh di permukaan tabung atau CCD jelas dan tajam. Sehingga nampak juga di viewfinder dan monitor.
depth of field atau bidang kedalaman adalah bidang dimana objek-objek di depan dan di belakang objek utama tampak dalam fokus.

Secara teknis, shot dengan bidang kedalaman yang luas memudahkan cameraman mengikuti gerakan objek. Bidang kedalaman yang sempit mengharuskan kita untuk terus menerus follow focus apabila kamera atau objek bergerak.

Secara estetis depth of field sangat berperan dalam menciptakan perspektif visual pada keseluruhan adegan (shot).

3 hal yang menentukan depth of field :

  •  Panjang Fokal Lensa
Semakin panjang fokal lensa = bidang kedalaman semakin sempit atau kata lainnya fokus semakin tipis.

  • f-stop/iris
Lebih besar bukaan iris (lebih kecil f-stop) = bidang kedalaman semakin sempit / fokus semakin tipis. Misal f/16 bidang kedalamannya lebih lebar dari f/2.0

  • Jarak kamera dengan objek
Semakin jauh jarak kamera dengan objek = semakin luas bidang kedalaman
Semakin dekat jarak kemera dengan objek = semakin sempit bidang kedalaman.

6. Audio Levels

Jangan abaikan audio level pada kamera karena selain kualitas gambar, kualitas audio juga tidak kalah pentingnya. Ingat Televisi adalah gabungan antara gambar dan suara. Ada gambar tanpa audio yang bagus akan sangat mengganggu pemirsa bahkan informasi yang akan disampaikan tidak sampai kepada penonton.
Atur audio level jangan sampai under ataupun over (peak).
selamat mencoba :) 

Mengoperasikan Kamera (Untuk Foto)

Kamera digital akhir-akhir ini lebih banyak disukai karena hasil akhirnya bisa langsung dilihat, dan diulang jika hasil fotonya kurang memuaskan. Bagaimana cara menghasilkan foto yang berkualitas lewat kamera digital? Simak beberapa tips berikut ini:


1. Atur kamera dengan mode ukuran gambar paling besar. 

Keuntungan dari mode ini adalah memungkinkan Anda dapat mencetaknya dalam ukuran terbesar tanpa ancaman warna foto pecah. Selain itu Anda juga dapat memotong bagian yang tidak dikehendaki pada foto tersebut. Tidak ada gunanya jika Anda membeli kamera dengan resolusi 5, 6, atau 8 megapiksel, tapi Anda tetap memasang mode ukuran gambar standar, dan bukan maksimum.

2. Gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.

Banyak gambar hasil kamera digital memakai format JPEG. JPEG menghasilkan gambar yang buruk jika dikompresi berlebihan. Agar gambar Anda tampak seperti aslinya, gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.

3. Pakai tipe gambar JPEG.
 
JPEG, meskipun bersifat lossy (kurang jelas), bisa jadi merupakan pilihan terbaik. Pasalnya, ketika Anda mengambil gambar dengan format JPEG, keuntungan yang diperoleh juga berlipat karena Anda bisa mengolahnya lagi dengan Adobe Photoshop. Kamera SLR biasanya memberikan pilihan apakah Anda ingin menggunakan format JPEG, TIF atau Raw. TIF biasa digunakan untuk reproduksi grafis yang berbau seni, misalnya pada majalah dan koran. Sementara Raw, menyimpan apa adanya tanpa pemrosesan gambar lebih lanjut. Dibanding dengan TIF dan Raw, format JPEG lebih mudah dikelola dengan Photoshop. Kedua format tersebut (TIF dan Raw-red) hanya akan menambah pekerjaan Anda sewaktu akan diproses pada Photoshop.

4. Camkan bahwa Whitte Balance itu penting.

Untuk kebanyakan pengambilan gambar, dianjurkan agar dimulai dengan mode Auto white balance. Fungsinya agar kamera Anda bisa membaca pewarnaan dari cahaya yang ada disekitarnya dan secara otomatis mengatur dirinya sendiri untuk mengoptimalkan white balance.

Mode Daylight cocok untuk hari terang, sementara jika hari berawan, dianjurkan agar Anda memakai mode Cloudy. Untuk mengevaluasi pewarnaan dan pencahayaan, jangan lupa mengetesnya dengan mengambil satu atau dua gambar.

5. Jangan lupa mengatur “Low ISO Number” atau “Use Auto ISO”.

Hasil gambar akan lebih jernih jika Anda menggunakan ISO rendah, namun sensitivitas kamera dalam menangkap cahaya menjadi lebih rendah. Sementara jika memakai ISO terlalu tinggi, seperti dilansir Dale laboratories, hanya akan menimbulkan noise pada gambar.

6. Optimalkan penggunaan Histogram.

Dengan menggunakan histogram Anda dapat melihat seberapa optimal sensitivitas sensor kamera dalam menangkap gambar.

7. Hindari menggunakan zoom secara digital.

Sebaiknya jangan menggunakan zoom secara digital karena hanya akan membuat kinerja chip yang mengatur tingkat resolusi (piksel) pada kamera menjadi boros. Coba gunakan zoom dari lensa saja, agar bisa menghemat penggunaan chip. Selain itu hasil bidikan, jika menggunakan zoom secara digital, tidak sebagus jika menggunakan zoom lensa.

8. Belilah kartu Memori berkualitas profesional.

Kecepatan rekam pengambilan gambar dengan memakai memori yang berkualitas tinggi dapat mengimbangi teknologi kamera Anda. Misalnya dengan kartu memori berkecepatan 40x, dapat merekam 3 dari 10 jepretan berturut-turut dalam 1 detik. Sementara dengan memori 4x, Anda hanya bisa merekam 1 gambar dalam 3 detik. Keuntungannya, dengan memori berkualitas tinggi Anda tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya pergeseran warna dalam foto.

9. Backup hasil foto dalam CD atau DVD.

Menyiapkan payung sebelum hujan adalah lebih baik. Pastikan backup seluruh kreasi foto-foto Anda dalam CD atau DVD, sebagai antisipasi jika hard drive Anda rusak.

Copyright 2009 ANOTHER. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates